Assalamu'alaikum wr.wb. Selamat Datang di Blog Geografi Agus Maulana. Silahkan share artikel blog ini. Cantumkan URL jika dijadikan referensi. Isi blog ini tidak bisa di copy paste kecuali menggunakan smartphone. Pahami dan tulis kembali. Selamat belajar, sukses untuk kita semua. Eitts, jangan lupa tinggalkan comment baik berupa kritikan maupun saran yang membangun. :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Manajemen Pendidikan di Sekolah

Referensi

Drs B. Suryosubroto menulis buku Manajemen Pendidikan di Sekolah yang diterbitkan pada tahun 2004. buku ini sangat bermanfaat dan merangkum seluruh aspek yang mutlak diperlukan dalam upaya mengembangkan pendidikan di NKRI tercinta. untuk itu, penulis menjadikan buku ini sebagai bahan referensi dalam postingan ini.



Dalam rangka membentuk pendidikan yang bermutu, masyarakat Indonesia harus mampu menerapkan manajemen yang baik dan bermutu untuk mencapai tujuan pendidikan. Untuk itu harus ada pengetahuan yang sangat memadai tentang tatacara dan tata laksana. Semua yang dibutuhkan terangkum dalam buku manajemen pendidikan di sekolah karya Drs. B. Suryosubroto.

Buku Manajemen Pendidikan di Sekolah, karangan Drs. B. Suryosubroto

Manajemen Pendidikan di Sekolah

Pendidikan merupakan faktor utama yang dapat menjamin maju atau tidaknya suatu bangsa dan merupakan sarana utama untuk mendorong berkembangnya sektor perekonomian. Pendidikan yang baik adalah proses pendidikan yang teratur dan jelas serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang hasil belajar. Pendidikan tidak hanya terpaut pada pendidikan formal di lingkungan lembaga sekolah, namun pendidikan juga bisa didapatkan ketika menjalani kehidupan sehari- hari. Pendidikan formal juga harus diimbangi dengan pendidikan karakter agar generasi yang dihasilkan dapat berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, sistem pendidikan juga harus disesuaikan. Mulai dari manajemen kurikulum, manajemen pelaksana sekolah hingga manajemen lain yang erat kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar. Sistem manajemen sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran.

Buku manajemen pendidikan di sekolah karya Drs. B. Suryosubroto merupakan salah satu literature yang sangat sesuai untuk dijadikan acuan dalam pengembangan sistem manajemen di sekolah. Tidak terlepas dari itu, buku ini juga merujuk kepada satu sasaran utama, yaitu terselenggaranya pendidikan yang layak dan bermutu hingga dapat menghasilkan manusia- manusia yang intelektual.

Berikut beberapa sistem manajemen yang dipaparkan dan harus diterapkan untuk menjamin majunya sistem pendidikan menurut buku Manajemen pendidikan di sekolah.

Manajemen Kurikulum

Paham terakhir menyebutkan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya, baik dilakukan didalam sekolah maupun diluar sekolah. Kadang- kadang, orang menyebutkan kurikulum adalah rencana pendidikan dan pengajaran atau lebih singkat lagi disebut sebagai program pendidikan. Jadi jelaslah pengertian kurikulum serupa ini membatasi pengalaman anak kepada situasi belajar didalam kelas dan tidak menghiraukan pengalaman- pengalaman edukatif diluar kelas.

Organisasi kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada murid- murid. Organisasi kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai karena pola- pola yang berbeda akan mengakibatkan ini dan cara penyampaian pelajaran berbeda pula (Prof. Dr. Nasution, 80).

Pola- pola organisasi kurikulum ada banyak macamnya, tetapi yang disebutkan disini hanya tiga. Pola- pola tersebut antara lain:
  • Separated Subject curriculum, menyajikan mata pelajaran (subjects) yang terpisah- pisah satu sama lain, seakan- akan ada batas pemisah antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain, juga antara kelas yang satu dengan kelas yang lain.
  • Correlated Curriculum, organisasi kurikulum yang menghendaki agar mata pelajaran satu sama lain ada hubungan, bersangkut paut (correlated) walaupun mungkin batas- batas yang satu dengan yang lain masih dipertahankan.
  • Integrated Curriculum, meniadakan batas- batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan.


Manajemen Murid

Manajemen murid merujuk kepada pekerjaan- pekerjaan atau kegiatan- kegiatan pencatatan murid semenjak dari proses penerimaan sampai saat murid meninggalkan sekolah Karena sudah tamat mengikuti pendidikan pada sekolah itu.
  • Penerimaan murid baru. Menurut Drs. Ismed Syarief CS, penerimaan murid baru secara garis besarnya adalah membentuk panitia penerimaan murid, menentukan syarat pendaftaran calon, menyediakan formulir pendaftaran, pengumuman pendaftaran calon, menyediakan buku pendaftaran, waktu pendaftaran, penentuan calon yang diterima dan lain- lain.
  • Pencatatan murid dalam buku induk. Catatan dalam buku induk harus lengkap meliputi data dan identitas murid. Buku induk merupakan kumpulan daftar nama murid sepanjang masa dari sekolah tersebut.
  • Buku klaper, adalah buku yang berfungsi untuk membantu buku induk memuat data- data murid yang penting. Kegunaan utama buku klaper adalah untuk memudahkan mencari data murid, apalagi belum diketahui nomor induknya.
  • Tata tertib murid, adalah bagian dari tata tertib sekolah yang mengatur perilaku murid dan mengandung sanksi bagi yang melanggar. Dalam praktenya, aturan tata tertib yang bersumber dari instruksi menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut perlu dijabarkan atau diperinci sejelas- jelasnya dan disesuaikan dengan kondisi sekolah agar mudah dipahami oleh murid.
  • Daftar presensi (daftar hadir), dimaksudkan untuk mengetahui frekuensi kehadiran murid di sekolah sekaligus unuk mengontrol kerajinan belajar mereka.

Manajemen Personel Sekolah (kepegawaian)

Pada prinsipnya yang dimaksud personel disini ialah orang- orang yang melaksanakan suatu tugas untuk mencapai tujuan. Secara terperinci, keseluruhan personel sekolah adalah kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha dan penjaga sekolah.
  • Daftar personel, memuat identitas atau keterangan lengkap tentang diri pegawai atau karyawan yang bersangkutan, baik seorang gur maupun tenaga administratif.
  • Daftar hadir guru (karyawan), merupakan suatu hal yang mutlak ada demi berhasilnya suatu tujuan pendidikan. Dengan memeriksa daftar hadir tersebut, maka dapat dihitung persentase kehadiran guru yang bersangkutan.
  • Daftar konduite, adalah aftar yang berisi penilaian terhadap pegawai yang dibuat oleh pimpinan atau atasan.
  • Beberapa hal tentang usul kepegawaian, antara lain adalah usul kenaikan gaji berkala (KGB), usul kenaikan pangkat, usul pengangkatan dalam suatu jabatan tertentu, permohonan cuti, usul pemberian pensiun dan usul pemberhentian pegawai.

Manajemen Tata Laksana Sekolah (ketatausahaan)

Beberapa kegiatan dari ketatausahaan (TU) yang penting adalah sebagai berikut:
  • Surat dinas sekolah dan buku agenda. Semua surat yang dilakukan di sekolah dan untuk merealisasikan tujuan sekolah disebut surat dinas. Surat masuk dan surat keluar harus diinventarisasi dan didokumentasikan disertai arsip- arsipnya.
  • Buku ekspedisi, berguna untuk pembuktian bahwa suatu surat yang dikirimkan sudah sampai kepada yang dituju.
  • Buku catatan rapat sekolah (notulen).
  • Buku pengumuman, dimaksudkan untuk media penyampaian informasi (pemberitahuan) yang terutama ditujukan kepada para guru.
  • Pemeliharaan gedung (bangunan sekolah).
  • Pemeliharaan halaman sekolah.
  • Pemeliharaan pelengkapan sekolah.
  • Kegiatan manajemen yang didindingkan. Yang dimaksud adalah kegiatan pencatatan/ pendataan yang kemudian hasil pencatatan yang kemudian hasil tersebut dipasang pada dinding kelas, kantor guru maupun kantor TU. Beberapa hal yang penting untuk didindingkan antara lain data murid untuk tahun ajaran yang berlaku, susuna pengurus OSIS periode tahun tertentu, daftar kelompok piket, kelompok belajar, dan lain- lain.

Manajemen Sarana Pendidikan

Ditinjau dari fungsi atau peranannya terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, sarana pendidikan (sarana material) dibedakan menjadi 3 macam, yaitu alat pelajaran, alat peraga dan media pengajaran (Dra. Suharsimi AK).

Kemudian menurut beliau, yang termasuk prasarana pendidikan adalah bangunan sekolah dan alat perabot sekolah. Secara garis besarnya, manajemen sarana dan prasarana sekolah meliputi 5 hal sebagai berikut:
  • Penentuan kebutuhan. Sebelum mengadakan alat- alat tertentu, terlebih dahulu harus melalui prosedur penelitian yaitu melihat kembali kekayaan yang telah ada.
  • Proses pengadaan, antara lain pengadaan dengan biaya pemerintah, pembelian denga biaya dari SPP, bantuan dari BP3 dan bantuan dari masyarakat lainnya.
  • Pemakaian. Dari segi pemakaian, sarana alat perlengkapan dapat dibedakan antara lain barang habis dipakai dan barang yang tidak habis dipakai.
  • Pengurusan dan pencatatan. Instrumen administrasi antara lain buku inventaris, buku pembelian,buku penghapusan dan kartu barang.
  • Pertanggungjawaban. Penggunaan barang- barang inventaris harus dipertanggungjawabkandengan jalan membuat laporan penggunaaan barang.

Manajemen Keuangan Sekolah

Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan,demikian juga sekolah. soal- soal yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya adalah SPP, uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan prasarana dan lain- lain.


Terima kasih, semoga tulisan ini dapat membantu. Berikan apresiasi terhadap penulis dengan meninggalkan feedback pada kolom yang telah disediakan. :)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar