Assalamu'alaikum wr.wb. Selamat Datang di Blog Geografi Agus Maulana. Silahkan share artikel blog ini. Cantumkan URL jika dijadikan referensi. Isi blog ini tidak bisa di copy paste kecuali menggunakan smartphone. Pahami dan tulis kembali. Selamat belajar, sukses untuk kita semua. Eitts, jangan lupa tinggalkan comment baik berupa kritikan maupun saran yang membangun. :)

Selasa, 17 September 2013

Laut Indonesia

Potensi, Permasalahan, Upaya Pelestarian dan Pemanfaatan Laut Indonesia

A. Potensi Kelautan di Indonesia

Sebagai negara maritim, Indonesia menyimpan potensi kekayaan sumber daya kelautan yang belum dieksplorasi dan dieksploitasi secara optimal, bahkan sebagian belum diketahui potensi yang sebenarnya untuk itu perlu data yang lengkap, akurat sehingga laut sebagai sumber daya alternatif yang dapat diperhitungkan pada masa mendatang akan semakin berkembang. Dengan luas wilayah maritim Indonesia yang diperkirakan mencapai 5,8 juta km2 dan dengan kekayaan terkandung di dalamnya yang meliputi :
  • Kehidupan sekitar 28.000 spesies flora, 350 spesies fauna dan 110.000 spesies mikroba,
  • 600 spesies terumbu karang dan 40 genera, jauh lebih kaya dibandingkan Laut Merah yang hanya memiliki sekitar 40 spesies dari 7 genera,
  • Sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources), termasuk ikan, udang, moluska, kerang mutiara, kepiting, rumput laut, mangrove/hutan bakau, hewan karang dan biota laut lainnya,
  • Sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resources), seperti minyak bumi, gas alam, bauksit, timah, bijih besi, mangan, fosfor dan mineral lainnya,
  • Energi kelautan seperti : Energi gelombang, pasang surut, angin, dan Ocean Thermal Energy Conversion,

Senin, 16 September 2013

Contoh Pengaplikasian Teknologi Penginderaan Jauh (PJ)/ Pencitraan Satelit

note: Materi yang disajikan disini merupakan hasil dari tugas mata kuliah yang telah admin selesaikan. Sumber dan referensi tertera jelas pada bagian Daftar Pustaka. Terima kasih dan semoga bermanfaat. :)

Pada zaman yang serba modern dan maju ini dan seiring dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan, maka teknologi di dalam segala bidang juga ikut berkembang. Hal ini memberikan dampak yang sangat signifikan terutama dalam hal teknologi informasi dan komunikasi.

Umumnya, pengumpulan data penginderaan jauh menggunakan teknologi Citra Satelit. Pencitraan satelit sendiri menggunakan gelombang elektromagnetik atau foto udara untuk menangkap dan merekam objek. 
INGAT, Nilai reflektansi citra terendah 0 (berwarna hitam/gelap) dan tertinggi 255 (berwarna putih). Ituu, SUUUUUUPER. hehe.

Untuk informasi lebih detil tentang mekanisme atau cara kerja teknologi penginderaan jauh dapat dilihat disini.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan teknologi penginderaan jauh (PJ/ inderaja) yang diaplikasikan pada beberapa bidang yang dianggap penting. cekidoooot...